Yogyakarta Jadi Model Penanganan Bencana  

Yogyakarta (ANTARA News) - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan dijadikan model dalam penanganan bencana, karena memiliki beragam karakteristik potensi bencana, kata Kepala Badan SAR Nasional FHB Soelistyo.

"Daerah Istimewa Yogyakarta akan menjadi model bagi provinsi lain dalam penanganan bencana," katanya. pada penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah DIY dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, kesepakatan bersama antara Pemerintah DIY dengan Basarnas itu tentang pelayanan pencarian dan pertolongan (SAR) kepada masyarakat.

Kesepakatan bersama itu merupakan sarana untuk melaksanakan kerja sama dan koordinasi serta mewujudkan kesamaan pola pikir dan pola tindak dalam penyelenggaraan SAR terhadap bencana, kecelakaan, dan kondisi yang membahayakan manusia.

"Hal itu untuk meminimalkan jumlah korban jiwa manusia, penanggulangan bencana secara terpadu dan terkoordinasi, dan mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada," katanya.

Read More...

Pencetakan SIM Tunggu Distribusi dari Pusat  

Saat ini, memang sedang ada keterlambatan distribusi bahan pembuat SIM dari Korlantas Polri. Tidak hanya di DIY, keterlambatan ini juga dialami oleh beberapa wilayah di Indonesia.

Karenanya, bagi pemohon yang melakukan perpanjangan SIM, petugas akan memberitahu keadaan tersebut. Petugas akan memberikan surat keterangan kepada pemohon, nantinya surat keterangan ini bisa ditunjukkan kepada polisi di lapangan bilamana terjadi razia kendaraan bermotor. Keberadaan surat keterangan ini juga sudah disosialisasikan pada petugas di lapangan, sehingga pemohon tidak dikenakan sanksi jika tidak dapat menunjukkan SIM perpanjangannya.

Selanjutnya, pemohon bisa meninggalkan nomor telepon, sehingga jika SIM sudah jadi, petugas akan memberi kabar. Nantinya, Ditlantas akan menempatkan petugas yang akan menghubungi pemohon-pemohon yang SIM-nya belum dicetak. Diprediksi akhir bulan ini, bahan-bahan pembuat SIM sudah sampai, sehingga SIM dapat segera dicetak.

Read More...

Minat Warga Gunung Kidul Bekerja di Kota Besar Tinggi  

Bupati Gunungkidul, Badingah mengaku pemerintah kabupaten Gunungkidul tidak bisa melarang warga yang hendak merantau mencari pekerjaan ke luar daerah. Pemerintah hanya berharap warga yang merantau ke luar kota memiliki mkeahlian khusus sehingga nantinya bisa memperoleh pekerjaan yang layak.

“Tidak ada larangan untuk membawa sanak saudara, namun kami juga berharap agar yang merantau memiliki kehalian khusus,” katanya, Senin (4/8/2014).

Badingah menjelaskan, sebenarnya saat ini di Gunungkidul sudah mulai banyak tercipta lapangan pekerjaan terutama dari sektor pariwisata. Perkembangan dunia pariwisata mampu menyerap tenaga kerja yang cukup besar sehingga mampu mengurangi pengangguran.

Kedepan, prospek sektor pariwisata akan semakin besar sehingga diharapkan mampu mengurangi angka urbanisasi serta menyerap tenaga kerja yang lebih besar lagi.

Namun demikian, Badingah mengakui kalau minat warga Gunungkidul untuk mencari pekerjaan di luar kota memang cukup tinggi. Sebagai antisipasinya, pemerintah sebenarnya sudah berusaha untuk memberikan ketrampilan bagi warga. Harapanya, warga memiliki keahlian khusus sehingga jika merantau ke luar kota tidak hanya berkerja di sektor informal saja

Read More...